jtemplate.ru - free extensions for joomla

Trikonasana

Trikonasana dalam bahasa sanskrit berarti segitiga; tri-tiga, kona-sudut, asana-gerakan.  Dalam buku Light on Yoga, BKS Iyengar menyebutkan beberapa khasiat jika melakukan trikonasana secara benar:menguatkan otot kaki, membuka rongga dada, menghilangkan sakit punggung dan leher terkilir.

 

Manfaat gerakan yoga dapat dirasakan kalau dilakukan dengan benar. Tetapi tidak jarang praktisi yoga tidak merasakan perubahan atau justru mendapat cidera setelah berlatih beberapa lama.  Begitu pula dengan gerakan trikonasana, alih-alih membuka rongga dada malah tulang rusuk dan diafragma tertutup karena pada saat melakukannya badan condong ke depan dan perut terdorong ke arah lantai.

Tradisi Iyengar Yoga mengajarkan semua gerakan berdiri (standing poses) dilakukan dengan melompat dari posisi tadasana - berdiri dengan kaki rapat - hingga kaki terbuka sekitar 1-1.5 meter sesuai dengan rentang tangan.  Gunanya kita melompat supaya semua otot kaki dan telapak kaki menjadi aktif terutama otot bagian belakang lutut.

Sebelum masuk ke tahap berikut dari trikonasana, harus diperhatikan fondasi awal yang berpusat di telapak kaki.  Bantalan kaki (ball of the foot) dan tumit diregangkan ke samping hingga jari kaki juga terbuka dan kita betul-betul berdiri di empat sudut kaki.  Jangan lupa juga menguatkan bagian kaki bagian dalam dengan mengangkat lengkungan kaki (foot arch) sampai regangannya terasa di pangkal paha (groin).

Gerakan mengangkat lengkungan kaki dan melebarkan bantalan kaki serta tumit dapat membantu mengatasi kaki yang datar (flat foot) agar membentuk lengkungan dan meningkatkan kekuatan telapak kaki.  Berat badan juga menjadi terbagi rata antara kaki bagian depan, belakang, luar dan dalam.

Tahapan berikutnya adalah menjaga tempurung lutut supaya terangkat ke arah paha, satu garis dengan jari kaki dan memastikan tulang paha masuk ke dalam hip socket.  Barulah kita memutar telapak kaki kanan ke arah luar dan telapak kaki kiri sedikit masuk ke arah kanan.

Putar ke dua paha dari dalam ke arah luar sehingga pinggul betul-betul terbuka. Bawa pinggul ke arah kiri dan terus regangkan tangan kanan ke arah kanan agar tulang rusuk samping kanan dan tulang punggung tetap terbuka. Sambil turun ke arah samping kanan, pastikan tulang pantat kanan tetap masuk (di dorong ke arah depan) sehingga tulang pantat kiri dapat mundur ke belakang.

Pose terakhir, tangan memegang tulang kering atau pergelangan kaki tergantung dari kelenturan tulang pinggul dan punggung.  Pastikan tulang pantat kanan tetap masuk dan tulang pinggul terbuka, lalu putar rongga dada dan perut dari arah kanan ke atas.  Angkat tangan kiri hingga segaris dengan bahu. Jaga kepala agar tidak condong ke depan, pandangan melihat ke arah jari tangan kiri.  Tahan di pose ini selama 20 detik hingga satu menit.

Yang paling penting ditiap pose yoga adalah melakukannya dengan kondisi dan kekuatan tubuh kita.  Kuncinya, masih bisa bernafas normal tidak tertahan atau tersengal-sengal.

Yusni Irene  (Uni) 

 

 

 Jakartadoyoga, Yoga Studio, Iyengar, Jakarta, Indonesia